Visual Basic Interface

Selasa, 27 Oktober 2009

Ida, Potongan Jejak Evolusi Primata



Pengungkapan misteri kehidupan, termasuk evolusinya, tak berhenti. Potongan-potongan fosil bermunculan, menambah kaya gambaran keterkaitan dan upaya bertahan makhluk hidup menghadapi lingkungannya.


Belakangan, Ida, fosil berusia 47 juta tahun, menjadi buah bibir dunia. Ida disebut-sebut sebagai salah satu fosil penting yang ikut mengisi cerita panjang evolusi primata, apalagi ketika dikaitkan dengan asal-usul manusia.


Charles Darwin tidak menyebutkan secara terang-terangan evolusi manusia dalam karyanya, On the Origin of Species. Namun, teori evolusinya mengejutkan dan sangat berpengaruh. Sejak penemuan Manusia Jawa atau Java Man yang dianggap sebagai missing link yang orisinal tahun 1890, pohon keluarga manusia terus berkembang besar dengan bukti-bukti fosil yang mengaitkan manusia dengan kera purba.


Kehadiran Ida bagi sebagian peneliti merupakan salah satu rantai atau fosil transisi yang menentukan. Kontroversi mengenai benarkah Ida merupakan temuan berharga sekaligus pengisi mata rantai yang hilang mencuat. Adalah Profesor Jorn Hurum, seorang ahli fosil dari Norwegia, kemudian mempelajari fosil itu selama dua tahun untuk mengode asal-usul manusia purba.


Hasil penelitian itu sempat diuraikan di dalam PloSONE, sebuah jurnal ilmiah, sedangkan fosil dipamerkan dalam konferensi pers di New York’s Natural History Museum lebih dari sebulan lalu.


Jorn Hurum yang juga dari Natural History Museum di Oslo, Norwegia, seperti dikutip National Geographics, berpandangan bahwa Ida merupakan makhluk terdekat kepada pencarian leluhur langsung manusia yang ada sekarang.


Berkelamin perempuan


Ida yang ditemukan berkelamin perempuan. Adanya ibu jari besar dan kuku yang memungkinkan makhluk itu untuk menggenggam memperkuat ciri primata. Keberadaan tulang talus di kaki mengaitkan Ida dengan evolusi manusia. Hasil sinar-X memperlihatkan adanya gigi susu dan dewasa. Namun, tidak terdapat tooth comb, bentuk gigi khas yang dimiliki lemur.


Ida memperlihatkan karakter dari evolusi nonmanusia sangat primitif (promisian, seperti lemur), tetapi sekaligus berkaitan dengan garis evolusi manusia (antropoid, seperti monyet, kera, dan manusia). Ciri itu menempatkan Ida sebagai akar evolusi antropoid, primata masa awal yang berkembang menjadi manusia sekarang.


”Fosil itu titik penting dalam pohon evolusi karena termasuk dalam kerabat tertua garis primata,” kata Brian Richmond, ahli Antropologi Biologis di George Washington University.


Perjalanan panjang


Primata termasuk makhluk baru. Bumi diperkirakan berusia 4,55 miliar tahun dan kehidupan pertama diduga muncul 3,5 miliar tahun lalu. Adapun primata pertama tidak muncul setidaknya sampai sekitar 60 juta tahun lalu atau setelah dinosaurus punah.


Makhluk mamalia yang menyerupai primata (proto-primates) diperkirakan mirip dengan tupai, baik ukuran maupun penampilannya. Berbagai bukti fosil yang sangat terbatas—kebanyakan di Afrika Utara—makhluk purba itu beradaptasi hidup di tempat hangat dan lembab.


Primata awal berkembang selama masa akhir paleosen. Mereka termasuk dalam genus Altiatlasius. Sisa tulang mereka ditemukan dalam deposit geologi berusia 60 juta tahun di Maroko.


Pada masa awal Eocene, bertepatan dengan kemunculan bentuk awal dari mamalia berplasenta. Di antara mereka ialah spesies primata yang entah bagaimana menyerupai kelompok prosimian modern, seperti lemur.


Era waktu Ida hidup sangat penting dalam sejarah bumi, yakni masa ketika cetak biru mamalia modern mulai terbentuk. Terutama setelah dinosaurus dan primata awal punah.


Ada yang berpendapat, khusus bagi primata, saat itulah primata terpecah menjadi dua cabang dalam pohon evolusinya, yakni antropoid (leluhur monyet, kera, dan manusia) serta prosimian (lemur). Ida memiliki karakter keduanya.


Dalam kajian soal evolusi, Ida bukan satu-satunya fosil yang kemudian menambahkan gambaran yang telah ada mengenai evolusi. Sekitar 35 tahun lalu, Don Johanson, seorang profesor Paleoantropologi dari Arizona State University School of Human Evolution dan Social Change menemukan fosil ”Lucy” di Hadar, Etiopia. Usia Lucy, yang diperkirakan hidup 3,2 juta tahun lalu, membuat kejutan di komunitas sains dan menarik perhatian dunia. Sejak saat itu, Lucy tetap menjadi ”pemain utama” dalam pencarian pemahaman asal-usul manusia dan evolusi. Sampai dengan kemunculan Ida.


Ditemukan di pameran


Ida pertama kali dimiliki seorang kolektor tahun 1983. Jorn Hurum yang melihat fosil itu di sebuah pameran fosil kemudian membeli dan menelitinya.


Fosil tersebut dalam kondisi sangat bagus dan 95 persen utuh sehingga memungkinkan untuk menelusuri jejak makanan terakhirnya. Para peneliti sepakat menyimpulkan bahwa Ida bukan sekadar lemur, melainkan spesies baru yang mereka sebut Darwinius masillae untuk merayakan asal-usul tempat ditemukannya, yakni Messel Pit, Jerman, sekaligus memperingati 200 tahun kelahiran Bapak Evolusi, Charles Darwin.


Preservasi fosil itu yang luar biasa juga menarik perhatian karena jarang terjadi terhadap fosil dari era Eocene, ketika primata awal melalui suatu periode evolusi yang sangat cepat. Dari masa itu, hanya ditemukan sangat sedikit fosil dan biasanya hanya berupa pecahan gigi dan tulang ekor.


Dalam kasus Ida, saking lengkapnya, peneliti bahkan dapat memeriksa bukti-bukti rambut, jaringan otot halus, dan menentukan makanan terakhirnya. Ida pemakan buah-buahan, biji-bijian, dan daun.


Kemunculan Ida setidaknya kemudian menambah data baru mengenai evolusi tersebut sampai kelak dunia dihebohkan kembali dengan temuan dan penelitian terbaru. (National Geographics/Reuters/BBC/AFP/dan berbagai sumber lain)

0 komentar:

Dunia Science Terkini

  1. Untaian Genom Dalam 3D
  2. Robot Pelompat
  3. Burung Pertama Bukan Burung
  4. Cincin Terbesar Planet Saturnus
  5. Miliarder Kanada Kembali Dari Luar Angkas
  6. Asteroid Terbesar Kedua di Bimasakti
  7. 32 Planet Terbaru
  8. Planet Terbaru Mengandung Molekul Organik
  9. Tuak Sebagai Energi Alternatif
10. Cumi-Cumi Raksasa Teluk Meksiko
11. Fosil Gajah Purba Teridentifikasi
12. "Ardi" Nenek Moyang Pertama Manusia
13. Konserfasi Gading Gajah Purba Sembarangan
14. Jejak Dinosaurus Terbesar
15. Apakah Manusia Berevolusi
16. Fondasi Kuno 1300 Tahun Lalu Ditemukan
17. Fosil Telur Dinosaurus India
18. Pecahan Keramik Abad XII
19. Penemuan Terbaru Putra Indonesia
20. Udang Tanpa Mata
21. Menguak Misteri Si Raja Laut
22. Goa Terbesar Di Dunia
23. Nobel Fisika Diraih 3 Ilmuan AS
24. Tiga Peneliti Ribosom Raih Nobel
25. Kemungkinan Asteroid Menabrak Bumi
26. 24 Pulau Indonesia Hilang
27. 50 Perusahaan Kategori Hitam
28. Anak SMP Pencipta Antivirus
29. Apakah Manusia Berevolusi
30. Ida, Potongan Jejak Evolusi Primata
31. Nasa Sukses Uju Coba Protipe Ares I-X
32. Monster Laut Inggris Lebih Garang dari T-Rex
33. Ledakan Bone Adalah Asteroid Jatuh
34. Ledakan Meteor Di Bone Lampui Bom Atom
35. Dinosaurus Lapis Baja Ditemukan
36. Retakan Besar di Afrika Bakal Menjadi Samudera Baru
37. Batu Megalitikum Usia Ribuan Tahun
38. Jejak Kaki Dinosaurus Di Selandia Baru
39. Kudus Lacak Tengkorak Homo Erectus
40. Fosil Spesies Baru Dinosaurus Jurassic
41. Di Indonesia Peningkatan Kasus AIDS 8 Kali Lipat
42. 270 Ribu Penduduk Tertular HIV/AIDS
43. Awas, Operasi Permak Miss V tak Aman
44. Manfaat Rokok Hanyalah Sugesti dan Mitos
45. Teknik Pembenaman Karbon Dikaji
46. 2012, Matahari dan Bosscha
47. Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Mekarsari
48. Fosil Kepala Gajah Purba Seberat 1 Kuintal
49. Menelusuri Jejak Lava Gunung Pra-Sunda
50. Legenda "Pengisap Darah" Chupacabra
51. Adanya Harapan Kanker Bisa Diobati
52. Sedot Lemak Menggunakan Gelombang Radio
53. NASA Persiapkan Atlantis untuk Misi ke ISS
54. 25 Galon Air Muncrat dari Permukaan Bulan
55. Peluncuran Pesawat Ulang Alik Atlantis
56. Sebuah Sumur Kerajaan Mataram Kuno
57. Seekor Anak Ikan Purba Terekam Kamera
58. Buaya Purba Bergigi Babi Hutan, Tikus & Moncong Lebar
59. Kemungkinan Penyakit Menjangkit di Bulan Desember
60. Kafan Yesus, Tubuh Dalam Kafan Melayang
61. Misteri Berkas Tulisan Kain Kafan Yesus
62. Jemari dan Gigi dari Jenazah Galileo Galilei
63. Ribuan Makhluk Aneh Di Dasar Samudera
64. Akademisi Memperingati 150 Tahun Karya Darwin
65. Peningkatan Tertinggi Gas Rumah Kaca 2008
66. Pemanasan Global Lebih Buruk Dari Perkiraan
67. Ternyata, Kulit Bisa Mendengar
68. Makin Berlemak, Makin Sulit Berhenti Makan
69. Atlantis Menunju Bumi
70. Otak Besar, Tidak Berarti Lebih Pintar
71. 10 Ramalan Kiamat Terbukti Meleset
72. Mesin Big Bang Selidiki Misteri Alam Semesta
73. Ternyata Alien Sudah Membaur Di Bumi
74. Sejarah di Balik Legenda Vampir
75. Pesawat Ulang Alik Atlatis Mendarat Mulus
76. Perjalanan Panjang HIV/AIDS
77. Wah... Setiap Hari Ada 7.400 Kasus Baru HIV!
78. Tim Vertebrata Lanjutkan Penelitian Gajah Purba
79. Wah... Setiap Hari Ada 7.400 Kasus Baru HIV!
80. Kesepian Menular Seperti Virus
81. Militer Inggris Tutup Kuping soal UFO
82. Objek Misterius Dekat Bintang Mirip Matahari
83. Virgin Galactic Kenalkan SpaceShipTwo
84. Tetap Internetan Saat Penerbangan
85. Jepang Luncurkan Satelit Pengintai Kelima
86. Robot Kerang Bisa Ledakkan Tambang di Bawah Air
87. Mahasiswa Matematika Juarai Kompetisi "Hacker"
88. UFO di Sayap Pesawat Lion Air
89. Lima Benda Purbakala Ditemukan di Desa Tanjungsari
90. Afrika Asal Usul Suku Bangsa Asia
91. Kembaranku Robot
92. Pertikaian Microsoft Vs Uni Eropa Berakhir
93. Kopi Tunda Alzheimer Parah
94. Gen Penyebab Alzheimer Berhasil Ditemukan
95. Ada Kaitan Alzheimer dengan Hormon Nafsu Makan
96. Ditemukan Planet Serupa Bumi yang Memiliki Air